Apa arti dari “Hold on to sth”?
“Hold on to sth” berarti memegang atau mempertahankan sesuatu dengan erat, baik secara fisik maupun kiasan. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan menjaga sebuah objek atau ide tanpa melepaskannya.
Pendahuluan
Frasa kerja “hold on to sth” sering digunakan dalam bahasa Inggris sehari-hari untuk menyatakan tindakan menggenggam atau mempertahankan sesuatu. Baik itu benda fisik seperti tas atau kenangan, maupun sesuatu yang abstrak seperti harapan atau keyakinan, frasa ini membantu menggambarkan tindakan tidak melepaskan. Memahami makna hold on to sth sangat penting bagi para pembelajar karena frasa ini muncul dalam banyak konteks, mulai dari percakapan santai hingga pidato formal. Frasa ini serbaguna dan dapat digunakan secara harfiah maupun kiasan, sehingga menjadi tambahan yang praktis untuk kosakata Anda.
Kotak Info Cepat
- Frasa kerja: hold on to sth (mempertahankan sesuatu)
- Tipe: Transitif
- Tingkat: A2 – B2
- Arti singkat: Mempertahankan atau memegang sesuatu
Struktur (Aturan Tata Bahasa)
“Hold on to sth” adalah phrasal verb transitif, yang berarti membutuhkan objek setelahnya. Kata kerja “hold on” tidak dapat dipisahkan ketika digabungkan dengan “to sth,” jadi Anda tidak bisa memisahkan “hold on” dan “to.” Objek selalu mengikuti setelah “to.”
Correct pattern: hold on to + object- She holds on to her old photos. (Dia tetap menyimpan foto-foto lamanya.)
- He is holding on to hope. (Dia terus berpegang pada harapan.)
- *She holds on her old photos to. (Incorrect) (*Dia juga memegang foto-foto lamanya.)
Bagaimana Cara Menggunakan “Hold on to sth”?
Anda dapat menggunakan “hold on to sth” saat berbicara tentang secara fisik memegang sesuatu di tangan atau kepemilikan Anda. Frasa ini juga sering digunakan secara metaforis untuk menggambarkan mempertahankan ide, perasaan, atau kenangan. Ungkapan ini sering muncul dalam nasihat atau dorongan, seperti saat menyuruh seseorang untuk “hold on to hope” di masa-masa sulit.
Contoh-contoh
Berikut beberapa kalimat yang menggunakan “hold on to sth” dalam berbagai konteks:
- Please hold on to the railing when you climb the stairs. (Tolong pegang erat pegangan saat kamu menaiki tangga.)
- She holds on to her grandmother’s necklace as a keepsake. (Dia memegang erat kalung neneknya sebagai kenang-kenangan.)
- It’s important to hold on to your dreams no matter what. (Penting untuk terus mempertahankan impianmu apapun yang terjadi.)
- He held on to the ball tightly during the game. (Dia memegang bola dengan erat selama pertandingan.)
- Try to hold on to the positive memories from your trip. (Cobalah untuk terus mengingat kenangan-kenangan positif dari perjalananmu.)
Menggunakan “hold on to sth in a sentence” membantu Anda memahami betapa fleksibelnya frasa ini dalam bahasa Inggris sehari-hari.
Kesalahan Umum
Terkadang pelajar bingung dengan urutan kata atau menggunakan frasa secara tidak tepat. Misalnya:
- Incorrect: She holds on her old book to.
- Correct: She holds on to her old book.
Kesalahan lain adalah menggunakan “hold on” tanpa objek “to” ketika sebenarnya diperlukan:
- Incorrect: Hold on the rope tightly.
- Correct: Hold on to the rope tightly.
Perbedaan / Sinonim
Frasa kerja serupa termasuk “keep,” “cling to,” dan “grab.” Namun, “hold on to” sering kali mengandung makna usaha yang lebih aktif untuk mempertahankan atau tidak kehilangan sesuatu.
- Keep:: Lebih umum, berarti terus memiliki sesuatu.
- Cling to:: Menyarankan untuk memegang sesuatu dengan erat, seringkali secara emosional.
- Grab:: Berarti mengambil dengan cepat tetapi tidak harus mempertahankannya.
Misalnya, kamu “hold on to hope” untuk menjaga harapan itu tetap hidup, tapi kamu “grab a chance” dengan cepat saat kesempatan itu muncul.
Kolokasi Umum
“Hold on to” sering digunakan dengan objek-objek berikut:
- Hope: To continue believing in a positive outcome. (Harapan: Terus percaya pada hasil yang positif.)
- Memory: To keep a past experience in mind. (Memori: Menyimpan pengalaman masa lalu dalam ingatan.)
- Object: Anything physical, like a bag, rope, or book. (Objek: Apa saja yang bersifat fisik, seperti tas, tali, atau buku.)
- Dream: To keep believing in your goals. (Mimpi: Terus percaya pada tujuanmu.)
- Chance: To keep an opportunity available. (Kesempatan: Untuk menjaga agar sebuah peluang tetap tersedia.)
Kata Kerja Frasa Terkait
Berikut adalah kata kerja frasa terkait dari hold on to sth:
Dialog Kehidupan Nyata
Berikut adalah percakapan singkat yang menggunakan “hold on to sth”:
Anna: Can you hold on to my bag while I buy the tickets?
Anna: Bisakah kamu menjaga tasku sementara aku membeli tiket?
Ben: Sure, I’ll hold on to it carefully.
Ben: Tentu, aku akan menyimpannya dengan hati-hati.
Anna: Thanks! I always try to hold on to my old photos. They mean a lot to me.
Anna: Terima kasih! Aku selalu berusaha menyimpan foto-foto lamaku. Foto-foto itu sangat berarti bagiku.
Ben: That’s great. Memories are important to hold on to.
Ben: Itu bagus. Kenangan sangat penting untuk selalu dikenang.
Latihan
Choose the correct sentence:
- A) Hold on the rope tightly.
- B) Hold on to the rope tightly.
- C) Hold to on the rope tightly.
Answer: B) Hold on to the rope tightly.
Fill in the blank:
Please __________ to your ticket until you enter the theater.
Answer: hold on to
Pertanyaan yang Sering Diajukan
- Q: Apakah “hold on to sth” bisa digunakan dalam bahasa Inggris formal dan informal? Ya, ungkapan ini cocok digunakan dalam konteks formal maupun informal.
- Q: Apakah “hold on to” bisa dipisah? Tidak, kamu tidak bisa memisahkan “hold on” dan “to” dalam frasa ini.
- Q: Apakah “hold on to” bisa digunakan dengan ide-ide abstrak? Ya, itu sering digunakan dengan ide seperti harapan, mimpi, atau kenangan.
- Q: Apa perbedaan antara “hold on to” dan “keep”? “Hold on to” menunjukkan tindakan menggenggam atau mempertahankan secara aktif, sedangkan “keep” lebih bersifat umum.
- Q: Bisakah saya mengatakan “hold on the book”? Tidak, frasa yang benar adalah “hold on to the book.”

