Apa arti dari “Be stuck with sth”?
“Be stuck with sth” berarti harus menerima sesuatu yang tidak diinginkan atau sulit untuk disingkirkan. Istilah ini sering mengandung makna situasi di mana Anda tidak punya pilihan selain mempertahankan atau menghadapinya.
Pendahuluan
Frasa kerja be stuck with sth sering digunakan dalam bahasa Inggris sehari-hari untuk menggambarkan situasi di mana seseorang harus mempertahankan atau menghadapi sesuatu yang tidak diinginkan. Arti be stuck with sth berkaitan dengan ketidakmampuan untuk menyingkirkan suatu benda, tanggung jawab, atau masalah. Ini bisa merujuk pada hal-hal fisik seperti furnitur lama atau hal-hal abstrak seperti tugas yang sulit. Memahami frasa ini membantu pembelajar menggambarkan situasi yang tidak diinginkan dengan jelas dan alami. Frasa ini banyak digunakan dalam bahasa Inggris lisan dan tulisan, sehingga penting untuk komunikasi yang efektif.
Kotak Info Cepat
- Frasa kerja: be stuck with sth (terjebak dengan sesuatu)
- Tipe: Intransitif (dengan objek)
- Tingkat: B1 (Menengah)
- Makna singkat: tertinggal dengan sesuatu yang tidak diinginkan atau sulit
Struktur (Aturan Tata Bahasa)
Frasa be stuck with sth tidak dapat dipisahkan. Ini berarti objek (sesuatu) selalu mengikuti “be stuck with.” Anda tidak dapat memisahkan kata kerja dan preposisinya.
Polanya:
-
Subject + be (am/is/are/was/were) + stuck with + object
- Example: I am stuck with old clothes I don’t wear. (Saya terjebak dengan pakaian lama yang tidak saya pakai.)
Bagaimana cara menggunakan “Be stuck with sth”?
Anda menggunakan be stuck with sth ketika ingin mengatakan seseorang harus mempertahankan atau menghadapi sesuatu yang tidak mereka inginkan atau tidak bisa dihindari. Ungkapan ini sering menyatakan rasa frustrasi atau ketidaknyamanan. Ini bisa merujuk pada barang fisik, tanggung jawab, atau masalah.
Misalnya, jika Anda membeli ponsel yang rusak dan tidak bisa mengembalikannya, Anda mungkin berkata, “Saya terjebak dengan ponsel ini.”
Contoh-contoh
Berikut beberapa contoh penggunaan “be stuck with sth” dalam kalimat untuk membantu Anda memahami cara menggunakannya:
- After the party, we were stuck with all the cleaning. (Setelah pesta, kami harus membersihkan semuanya sendiri.)
- She was stuck with the old computer after the office upgraded their equipment. (Dia harus menggunakan komputer lama setelah kantor memperbarui peralatannya.)
- He’s stuck with a difficult project that no one else wants to do. (Dia harus mengerjakan proyek sulit yang tidak ada orang lain yang mau mengerjakannya.)
- They were stuck with the bill because nobody else wanted to pay. (Mereka terpaksa membayar tagihan karena tidak ada orang lain yang mau membayar.)
- I don’t want this broken chair, but I’m stuck with it until I can buy a new one. (Saya tidak mau kursi yang rusak ini, tapi saya harus menggunakannya sampai bisa membeli yang baru.)
Kesalahan Umum
Terkadang pelajar bingung dengan struktur atau makna frasa ini. Berikut beberapa contohnya:
- Incorrect: I stuck with this problem.
Correct: I am stuck with this problem. - Incorrect: She stuck the broken phone.
Correct: She is stuck with the broken phone.
Ingat bahwa be stuck with sth selalu membutuhkan bentuk “be” dan preposisi “with.”
Perbedaan / Sinonim
Frasa kerja serupa termasuk be left with dan get stuck with. Berikut perbedaannya:
- Be left with sth:: Berfokus pada apa yang tersisa setelah orang lain memilih atau meninggalkan sesuatu. Ini bisa bersifat netral atau negatif.
- Get stuck with sth:: Menyiratkan menerima sesuatu yang tidak diinginkan secara tak terduga atau tanpa keinginan.
- Be stuck with sth:: Menyoroti keadaan terpaksa mempertahankan atau menghadapi sesuatu yang tidak diinginkan, sering kali dengan rasa frustrasi.
Kolokasi Umum
Orang sering menggunakan be stuck with diikuti oleh berbagai objek. Berikut beberapa kolokasi yang umum:
- Be stuck with a problem: Having to deal with a difficult issue. (Terjebak dengan sebuah masalah: Harus menghadapi masalah yang sulit.)
- Be stuck with a bill: Responsible for paying an unwanted expense. (Be stuck with a bill: Bertanggung jawab membayar pengeluaran yang tidak diinginkan.)
- Be stuck with old things: Having to keep old or useless items. (Be stuck with barang-barang lama: Harus menyimpan barang-barang lama atau yang tidak berguna.)
- Be stuck with a task: Forced to complete an unwanted job. (Terjebak dengan sebuah tugas: Terpaksa menyelesaikan pekerjaan yang tidak diinginkan.)
- Be stuck with bad luck: Experiencing continuous misfortune. (Terjebak dengan nasib buruk: Mengalami kemalangan yang terus-menerus.)
Kata Kerja Frasa Terkait
Berikut adalah kata kerja frasa terkait dari be stuck with sth:
Dialog Kehidupan Nyata
Berikut adalah percakapan singkat yang menggunakan istilah be stuck with sth:
Anna: I can’t believe I’m stuck with this broken laptop.
Ben: Why don’t you return it?
Anna: The warranty expired, so I’m stuck with it until I can buy a new one.
Anna: Aku nggak percaya harus terus pakai laptop rusak ini. Ben: Kenapa kamu nggak mengembalikannya saja? Anna: Garansinya sudah habis, jadi aku harus bertahan dengan ini sampai bisa beli yang baru.
Berlatih
Choose the correct sentence:
- A) I am stuck with the extra work after everyone left.
- B) I stuck with the extra work after everyone left.
- C) I am stuck the extra work after everyone left.
Answer: A
Pertanyaan yang Sering Diajukan
- Apa arti dari “be stuck with sth”? Itu berarti dipaksa untuk tetap memiliki atau menghadapi sesuatu yang tidak diinginkan.
- Apakah “be stuck with” bisa dipisah? Tidak, itu adalah phrasal verb yang tidak bisa dipisah.
- Apakah ini bisa digunakan untuk orang? Tidak, ini digunakan untuk benda, tugas, atau masalah, bukan untuk orang.
- Apa sinonim dari “be stuck with sth”? “Be left with sth” atau “get stuck with sth” memiliki arti yang mirip.
- Apakah itu formal atau informal? Itu sebagian besar informal tetapi umum dalam bahasa Inggris sehari-hari.

