Apa arti dari โgive sb up for deadโ?
โGive sb up for deadโ berarti mempercayai bahwa seseorang sudah meninggal, terutama ketika hampir tidak ada harapan bahwa mereka masih hidup.
Pendahuluan
Frasa give sb up for dead adalah idiom bahasa Inggris yang digunakan ketika orang mengira seseorang telah meninggal, biasanya setelah kejadian berbahaya atau kecelakaan. Frasa ini mengungkapkan perasaan putus asa tentang kemungkinan orang tersebut bertahan hidup. Makna give sb up for dead berasal dari situasi seperti bencana, perang, atau kecelakaan di mana penyelamat atau orang terdekat kehilangan harapan untuk menemukan orang tersebut dalam keadaan hidup. Ungkapan ini umum digunakan dalam bahasa Inggris lisan maupun tulisan, terutama dalam cerita, berita, atau percakapan tentang kelangsungan hidup dan kehilangan. Memahami frasa ini membantu pembelajar mengenali konteks emosional dan dramatis dalam bahasa Inggris.
Kotak Info Cepat
- Frasa kerja: give sb up for dead (menyerah pada seseorang seolah-olah sudah mati)
- Tipe: Transitif
- Tingkat: B2 (Menengah atas)
- Arti singkat: Percaya bahwa seseorang sudah meninggal
Struktur (Aturan Tata Bahasa)
Frasa kerja give sb up for dead adalah transitif, artinya selalu membutuhkan objek (orang yang diyakini telah meninggal).
Itu tidak dapat dipisahkan, jadi kamu tidak bisa memisahkan kata kerja dan partikelnya.
Pattern: give + somebody + up + for + deadExample: They gave him up for dead after the accident. (Mereka menganggap dia sudah meninggal setelah kecelakaan itu.)
Bagaimana cara menggunakan โgive sb up for deadโ?
Gunakan frasa ini saat berbicara tentang situasi di mana kelangsungan hidup seseorang diragukan atau tidak mungkin. Frasa ini sering muncul dalam bentuk lampau karena merujuk pada kesimpulan yang dibuat setelah suatu kejadian. Frasa ini bisa digunakan dalam konteks formal maupun informal, tetapi lebih umum ditemukan dalam cerita, laporan berita, atau pengalaman pribadi.
Anda juga bisa menggunakannya secara kiasan untuk menyatakan menyerah pada seseorang dalam situasi sulit.
Contoh-contoh
Setelah kecelakaan pesawat, tim penyelamat menganggap para penumpang sudah meninggal.
- The family had given her up for dead, but she was found alive after three days. (Keluarganya sudah menganggap dia meninggal, tetapi dia ditemukan hidup setelah tiga hari.)
- He was badly injured and everyone gave him up for dead at the hospital. (Dia terluka parah dan semua orang mengira dia sudah meninggal di rumah sakit.)
- In the movie, the hero was given up for dead but returned in the last scene. (Dalam film itu, sang pahlawan dianggap sudah meninggal dunia tetapi kembali muncul di adegan terakhir.)
- They almost gave the lost hiker up for dead before discovering he had found shelter. (Mereka hampir menganggap pendaki yang tersesat itu sudah meninggal sebelum akhirnya menemukan bahwa dia telah menemukan tempat berlindung.)
Kesalahan Umum
Terkadang pelajar bingung dengan frasa tersebut karena mirip dengan ungkapan lain atau menggunakannya secara salah dengan mengubah strukturnya.
- Incorrect: They gave up him for dead.
- Correct: They gave him up for dead.
- Incorrect: She was given up for death.
- Correct: She was given up for dead.
Ingat, frasa tersebut harus menyertakan โup for deadโ secara tepat dan objek (sb) harus langsung mengikuti kata โgive.โ
Perbedaan / Sinonim
Beberapa frasa mengungkapkan ide yang serupa, tetapi berbeda dalam makna dan penggunaannya.
- Write sb off:: Memutuskan bahwa seseorang atau sesuatu tidak lagi berguna atau memiliki harapan, tetapi tidak harus mati.
- Give up on sb:: Berhenti berharap atau berusaha untuk seseorang, tetapi tidak menganggap dia sudah meninggal.
- Declare sb dead:: Pernyataan resmi bahwa seseorang telah meninggal, biasanya bersifat resmi.
โGive sb up for deadโ lebih emosional dan informal, digunakan ketika orang percaya seseorang telah meninggal tetapi tanpa konfirmasi resmi.
Kolokasi Umum
Saat menggunakan โgive sb up for dead,โ kata-kata tertentu sering muncul bersamanya untuk memperjelas konteks.
- Accident: โThey gave him up for dead after the accident.โ (Kecelakaan: โMereka give him up for dead setelah kecelakaan itu.โ)
- Missing: โShe was given up for dead after being missing for weeks.โ (Hilang: โDia dianggap sudah meninggal setelah hilang selama berminggu-minggu.โ)
- Victim: โThe victims were given up for dead by the rescuers.โ (Korban: โPara korban dianggap sudah meninggal oleh para penyelamat.โ)
- Survivor: โThe survivors were initially given up for dead.โ (Survivor: โPara penyintas awalnya dianggap sudah meninggal.โ)
Kata Kerja Frasa Terkait
Berikut adalah kata kerja frasa terkait dari give sb up for dead:
Dialog Kehidupan Nyata
Berikut adalah percakapan sederhana yang menggunakan frasa tersebut:
Anna: Did you hear about Tom after the flood?
Anna: Apakah kamu sudah dengar kabar tentang Tom setelah banjir?
Ben: Yes, everyone gave him up for dead since his house was destroyed.
Ben: Ya, semua orang menganggap dia sudah meninggal karena rumahnya hancur.
Anna: Iโm so relieved he was found safe!
Anna: Aku sangat lega dia ditemukan dalam keadaan selamat!
Latihan
Fill in the blank with the correct form of the phrase:
- The search team __________ him __________ __________ after the earthquake.
- After being lost in the jungle for days, she was almost __________ __________ __________.
Answers:
- gave / up / for dead
- given / up / for dead
Pertanyaan yang Sering Diajukan
- Q: Apakah โgive sb up for deadโ bisa digunakan dalam bentuk waktu sekarang? A: Ungkapan ini biasanya digunakan dalam bentuk waktu lampau karena merujuk pada kesimpulan setelah suatu kejadian.
- Q: Apakah โgive sb up for deadโ bersifat formal atau informal? A: Itu bersifat informal dan sering digunakan dalam bercerita atau percakapan.
- Q: Apakah ini bisa digunakan secara metaforis? A: Ya, terkadang itu berarti menyerah pada harapan terhadap seseorang.
- Q: Apa perbedaan antara โgive sb up for deadโ dan โwrite sb offโ? A: โGive sb up for deadโ berarti mempercayai seseorang sudah meninggal, sedangkan โwrite sb offโ berarti kehilangan harapan tapi tidak menganggap orang tersebut sudah meninggal.
- Q: Apakah frasa tersebut bisa digunakan tanpa objek? A: Tidak, frasa tersebut selalu membutuhkan objek (seseorang).

