Apa arti dari “Lay sth aside”?
“Lay sth aside” berarti menyingkirkan sesuatu untuk sementara atau berhenti memfokuskan pada sesuatu untuk sementara waktu. Itu juga bisa berarti menyimpan atau menyisihkan sesuatu untuk digunakan di masa depan.
Pendahuluan
Frasa “lay sth aside” adalah phrasal verb umum dalam bahasa Inggris yang sering Anda dengar atau baca dalam percakapan dan tulisan sehari-hari. Memahami makna lay sth aside membantu pembelajar mengetahui kapan harus menggunakannya dengan benar. Biasanya, frasa ini merujuk pada meletakkan sesuatu atau menyisihkan sesuatu, baik secara fisik maupun kiasan. Misalnya, Anda mungkin meletakkan sebuah buku untuk fokus pada tugas, atau menyisihkan uang untuk menabung membeli sesuatu yang penting. Frasa ini berguna karena dapat menggambarkan tindakan yang konkret maupun abstrak. Dengan menguasai “lay sth aside,” Anda dapat mengungkapkan ide tentang berhenti sejenak, menabung, atau mengabaikan sesuatu sementara waktu dengan cara yang jelas dan alami.
Kotak Info Cepat
- Frasa kerja: lay something aside
- Tipe: transitif
- Tingkat: B2 (Menengah Atas)
- Arti singkat: menyimpan sesuatu atau menyimpannya untuk nanti.
Struktur (Aturan Tata Bahasa)
“Lay sth aside” adalah phrasal verb yang dapat dipisah. Ini berarti Anda dapat menempatkan objek di antara “lay” dan “aside” atau setelah seluruh frasa tersebut.
-
Lay + object + aside (e.g., lay the book aside)
Lay aside + object (e.g., lay aside the book)
Kedua bentuk tersebut benar, tetapi yang pertama lebih umum digunakan dalam percakapan sehari-hari.
Bagaimana cara menggunakan “Lay sth aside”?
Anda dapat menggunakan “lay sth aside” saat berbicara tentang:
- Physically putting something down or away temporarily (Secara fisik meletakkan sesuatu ke bawah atau menyimpannya sementara waktu.)
- Stopping or pausing an activity to focus on something else (Berhenti atau menghentikan sementara suatu kegiatan untuk memusatkan perhatian pada hal lain.)
- Saving money, time, or resources for future use (Menghemat uang, waktu, atau sumber daya untuk digunakan di masa depan.)
Istilah ini sering digunakan ketika Anda ingin menyatakan bahwa sesuatu tidak diabaikan secara permanen tetapi hanya dipisahkan sementara.
Contoh-contoh
Berikut beberapa contoh alami cara menggunakan “lay sth aside” dalam sebuah kalimat:
- She laid her phone aside to concentrate on the meeting. (Dia meletakkan ponselnya dan fokus pada rapat.)
- He decided to lay aside some money every month for his vacation. (Dia memutuskan untuk menyisihkan sebagian uang setiap bulan untuk liburannya.)
- During the busy period, I had to lay aside my hobbies to focus on work. (Selama periode sibuk, saya harus menyingkirkan hobi saya untuk fokus pada pekerjaan.)
- Can you lay aside the report until tomorrow? (Bisakah kamu menunda laporan itu sampai besok?)
- After finishing the chapter, I laid the book aside and went to bed. (Setelah menyelesaikan bab tersebut, saya meletakkan bukunya dan pergi tidur.)
Kesalahan Umum
Terkadang pelajar bingung antara “lay aside” dengan frasa serupa atau menggunakannya secara tidak tepat. Berikut beberapa contohnya:
- Incorrect: I laid aside on the table.
Correct: I laid the book aside on the table. - Incorrect: She lay aside her homework.
Correct: She laid aside her homework.
Ingat, “lay” adalah bentuk lampau dari “lie” (berbaring), tetapi di sini “lay” adalah kata kerja dasar yang berarti “meletakkan.” Bentuk lampunya adalah “laid.”
Perbedaan / Sinonim
Phrasal verbs lain yang mirip dengan “lay sth aside” termasuk “put aside” dan “set aside.” Mereka memiliki makna yang hampir sama tetapi dengan perbedaan kecil:
- Put aside:: Sering berarti menyimpan atau mengabaikan sementara, mirip dengan “lay aside.”
- Set aside:: Biasanya berarti menyisihkan atau menyimpan sesuatu untuk tujuan tertentu, kadang-kadang lebih formal.
“Lay aside” lebih umum digunakan dalam percakapan sehari-hari ketika membicarakan tentang meletakkan sesuatu secara fisik atau menabung uang.
Kolokasi Umum
Berikut adalah benda dan ide umum yang digunakan dengan “lay aside”:
- Money: To save money for future needs. (Uang: Menabung uang untuk kebutuhan di masa depan.)
- Book: To put a book down temporarily. (Buku: Meletakkan buku untuk sementara.)
- Work: To stop working on something for a time. (Bekerja: Berhenti mengerjakan sesuatu untuk sementara waktu.)
- Differences: To ignore disagreements or problems temporarily. (Perbedaan: Mengabaikan perselisihan atau masalah untuk sementara waktu.)
- Time: To reserve or save time for something else. (Waktu: Untuk menyisihkan atau menghemat waktu untuk hal lain.)
Kata Kerja Frasa Terkait
Berikut adalah kata kerja frasa terkait dari lay sth aside:
Dialog Kehidupan Nyata
Berikut adalah percakapan singkat yang menggunakan “lay sth aside”:
Anna: I can’t focus with my phone ringing all the time.
Anna: Aku tidak bisa fokus karena ponselku terus berdering.
Ben: Why don’t you lay it aside while you work?
Ben: Kenapa kamu tidak menyingkirkannya dulu saat kamu bekerja?
Anna: Good idea! I’ll lay it aside until I finish this report.
Anna: Ide bagus! Aku akan menangguhkan dulu sampai aku menyelesaikan laporan ini.
Latihan
Fill in the blanks with the correct form of “lay aside”:
- She decided to _________ some money for her new car.
- Please _________ the documents until the meeting starts.
- He _________ his book aside to answer the phone.
- We should _________ our differences and work together.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
- Apa arti dari “lay sth aside”? Itu berarti menyimpan sesuatu atau menaruhnya untuk digunakan nanti.
- Apakah “lay aside” dapat dipisah? Ya, Anda bisa meletakkan objek di antara “lay” dan “aside” atau setelah frasa tersebut.
- Bisakah saya menggunakan “lay aside” untuk uang? Ya, umum untuk mengatakan “lay aside money” yang berarti menabung uang.
- Apa perbedaan antara “lay aside” dan “put aside”? Keduanya mirip, tapi “put aside” lebih umum digunakan untuk menyimpan atau mengabaikan sementara.
- Apakah “lay aside” bersifat formal atau informal? Itu bersifat netral dan dapat digunakan dalam konteks formal maupun informal.

