Apa arti dari “Fuck sb around”?
“Fuck sb around” berarti memperlakukan seseorang secara tidak adil dengan membuang-buang waktunya, berbohong, atau menyebabkan kebingungan. Istilah ini sering digunakan untuk menggambarkan situasi di mana seseorang bersikap tidak jujur atau tidak membantu.
Pendahuluan
Frasa “fuck sb around” adalah ungkapan informal yang umum dalam bahasa Inggris. Biasanya merujuk pada seseorang yang diperlakukan buruk oleh orang lain yang membuang-buang waktu atau menyesatkannya. Ketika Anda mendengar “fuck sb around,” itu sering kali mengandung makna frustrasi atau kemarahan karena seseorang tidak bersikap jujur atau hormat. Arti dari fuck sb around melibatkan tindakan seperti menunda, berbohong, atau mengacaukan rencana seseorang. Ungkapan ini cukup kuat dan harus digunakan dengan hati-hati, terutama dalam situasi santai atau akrab. Memahami cara menggunakan “fuck sb around” dengan benar akan membantu Anda mengungkapkan kekesalan atau kekecewaan dengan jelas dalam percakapan sehari-hari.
Kotak Info Cepat
- Frasa kerja: fuck somebody around
- Tipe: transitif
- Tingkat: C1 (Lanjutan)
- Arti singkat: Memperlakukan seseorang dengan tidak adil atau membuang-buang waktunya.
Struktur (Aturan Tata Bahasa)
“Fuck sb around” adalah phrasal verb transitif, yang berarti membutuhkan objek (seseorang) setelahnya. Strukturnya biasanya:
-
Subject + fuck + somebody + around
Frasa kerja ini tidak bisa dipisah, jadi kamu tidak bisa meletakkan objek di antara “fuck” dan “around.” Misalnya, kamu mengatakan “They fucked me around,” bukan “They fucked around me.”
Bagaimana cara menggunakan “Fuck sb around”?
Gunakan “fuck sb around” ketika Anda ingin mengungkapkan bahwa seseorang sedang mempermainkan waktu atau perasaan Anda. Ungkapan ini menunjukkan rasa frustrasi saat seseorang tidak jujur, tidak dapat diandalkan, atau sengaja membingungkan Anda. Frasa ini bersifat informal dan kuat, jadi lebih cocok digunakan dalam percakapan santai daripada tulisan formal. Anda bisa menggunakannya dalam situasi seperti menghadapi layanan yang buruk, orang yang tidak dapat diandalkan, atau instruksi yang membingungkan.
Contoh-contoh
Bayangkan kamu sudah menunggu balasan dari sebuah perusahaan, tapi mereka terus menunda tanpa jawaban yang jelas. Kamu mungkin akan berkata:
- “The customer service team really fucked me around last week.” (Tim layanan pelanggan benar-benar mempermainkan saya minggu lalu.)
- “Don’t fuck me around — just tell me the truth.” (Jangan buat aku bingung — katakan saja yang sebenarnya.)
- “He’s been fucking her around for months, making promises he never keeps.” (Dia sudah mempermainkannya selama berbulan-bulan, membuat janji yang tidak pernah ditepati.)
- “Stop fucking me around with your excuses.” (Berhenti mempermainkan saya dengan alasan-alasanmu.)
- “I hate it when companies fuck customers around like this.” (Saya benci ketika perusahaan mempermainkan pelanggan seperti ini.)
Kalimat-kalimat ini menunjukkan bagaimana “fuck sb around” digunakan untuk mengungkapkan kekesalan karena diperlakukan tidak adil atau dengan tidak hormat.
Kesalahan Umum
Terkadang pelajar bingung dengan urutan kata atau menggunakannya dalam situasi formal yang terdengar tidak tepat. Misalnya:
- Incorrect: “They fucked around me.”
- Correct: “They fucked me around.”
- Incorrect: Using it in a business email or formal letter.
- Correct: Use polite alternatives in formal settings, like “They delayed the process.”
Perbedaan / Sinonim
“Fuck sb around” mirip dengan frasa seperti “mess someone around,” “string someone along,” atau “lead someone on.” Namun, “fuck sb around” lebih kuat dan lebih informal.
- Mess someone around:: Juga berarti membuang-buang waktu atau memperlakukan dengan tidak adil, tapi kurang kasar.
- String someone along:: Berarti membuat seseorang tetap berharap atau tertarik tanpa niat untuk menindaklanjutinya.
- Lead someone on:: Biasanya merujuk pada memberikan ketertarikan romantis palsu.
Gunakan “fuck sb around” ketika Anda ingin mengungkapkan frustrasi yang kuat tentang perlakuan yang tidak adil.
Kolokasi Umum
Saat menggunakan “fuck sb around,” beberapa objek umum yang sering dipakai antara lain:
- Me / You / Him / Her: The person being treated unfairly (Saya / Kamu / Dia (laki-laki) / Dia (perempuan): Orang yang diperlakukan tidak adil)
- Customers: People receiving poor service (Pelanggan: Orang-orang yang menerima layanan buruk)
- Employees: Workers being treated badly (Karyawan: Pekerja yang diperlakukan dengan buruk)
- People: General reference to anyone being mistreated (Orang-orang: Referensi umum untuk siapa saja yang diperlakukan tidak adil)
Kata Kerja Frasa Terkait
Berikut adalah kata kerja frasa terkait dari fuck sb around:
Dialog Kehidupan Nyata
Berikut adalah percakapan singkat yang menggunakan “fuck sb around”:
Anna: I’ve been waiting for the contractor to finish the repairs for two weeks.
Anna: Saya sudah menunggu kontraktor menyelesaikan perbaikan selama dua minggu.
Ben: That sounds frustrating. Are they reliable?
Ben: Kedengarannya menyebalkan. Apakah mereka bisa dipercaya?
Anna: Not at all. They keep changing the schedule and fucking me around.
Anna: Sama sekali tidak. Mereka terus mengubah jadwal dan mempermainkan saya.
Ben: You should find someone else then.
Ben: Kalau begitu, kamu sebaiknya cari orang lain saja.
Latihan
Choose the correct sentence:
- A) They fucked around me all day.
- B) They fucked me around all day.
- C) They fucked me arounded all day.
Answer: B) They fucked me around all day.
Fill in the blank:
“I’m tired of being _______ around by this company.”
- Answer: fucked
Pertanyaan yang Sering Diajukan
- Apakah “fuck sb around” sopan?
Tidak, itu informal dan kasar. Gunakan hanya dalam percakapan santai.
- Bisakah saya menggunakan “fuck sb around” dalam tulisan?
Sebaiknya dihindari dalam tulisan formal atau email profesional.
- Apa arti “sb” dalam “fuck sb around”?
“Sb” adalah singkatan dari “somebody,” yang berarti seseorang.
- Apakah ada alternatif yang lebih halus?
Ya, frasa seperti “mess someone around” atau “waste someone’s time” terdengar lebih ringan.
- Apakah itu selalu negatif?
Ya, biasanya itu menggambarkan perlakuan yang tidak adil atau membuat frustrasi.

