Apa arti dari “Choke sth back”?
“Choke something back” berarti menahan atau menghentikan diri untuk menunjukkan emosi yang kuat, terutama kesedihan atau kemarahan.
Pendahuluan
Frasa “choke sth back” sering digunakan ketika seseorang berusaha mengendalikan perasaannya, seperti menahan air mata atau kemarahan agar tidak terlihat. “Sth” adalah singkatan dari “something,” yang biasanya merujuk pada emosi seperti air mata, tawa, atau kemarahan. Memahami makna choke sth back membantu pelajar mengungkapkan situasi di mana emosi dikendalikan atau disembunyikan. Frasa ini umum digunakan dalam bahasa Inggris sehari-hari, terutama saat menggambarkan momen emosional. Mempelajari cara menggunakannya dengan benar dapat membuat bahasa Inggris Anda terdengar lebih alami dan ekspresif.
Kotak Info Cepat
- Frasa kerja: choke something back
- Tipe: transitif
- Tingkat: B2 (Menengah Atas)
- Arti singkat: menahan diri agar tidak menunjukkan emosi
Struktur (Aturan Tata Bahasa)
“Choke sth back” adalah phrasal verb yang dapat dipisah, artinya Anda bisa menempatkan objek di antara kata kerja dan partikel atau setelah partikel tersebut.
- choke something back (menahan sesuatu)
- choke back something (menahan sesuatu)
Contoh pola:
-
Subject + choke + object + back
Subject + choke + back + object
Bagaimana cara menggunakan “Choke sth back”?
Gunakan “choke sth back” ketika Anda ingin menggambarkan menahan emosi, terutama saat momen yang sulit atau emosional. Ungkapan ini sering terkait dengan perasaan seperti air mata, tawa, kemarahan, atau kekecewaan. Misalnya, jika Anda merasa ingin menangis tapi berusaha menahannya, Anda bisa mengatakan “I choked back my tears.” Ungkapan ini umum digunakan dalam bahasa Inggris lisan maupun tulisan dan menambah kedalaman emosional pada kalimat Anda.
Contoh-contoh
- She choked back her tears during the farewell speech. (Dia menahan air matanya saat pidato perpisahan.)
- He tried to choke back his anger after hearing the bad news. (Dia berusaha menahan amarahnya setelah mendengar kabar buruk itu.)
- Despite the joke, I had to choke back my laughter. (Meskipun itu hanya lelucon, aku harus menahan tawa agar tidak keluar.)
- They choked back their disappointment and smiled politely. (Mereka menahan kekecewaan dan tersenyum dengan sopan.)
- It was hard to choke back the nervousness before the interview. (Sangat sulit menahan rasa gugup sebelum wawancara.)
Kesalahan Umum
- Incorrect: She choked back tears her.
- Correct: She choked back her tears.
- Incorrect: He choked the anger back.
- Correct: He choked back the anger.
Ingat untuk menempatkan objek dengan benar dan menjaga frasa dalam urutan yang tepat.
Perbedaan / Sinonim
Frasa serupa termasuk “hold back,” “keep in,” dan “suppress.”
- Hold back:: Lebih umum, bisa diterapkan pada emosi atau tindakan.
- Keep in:: Sering digunakan untuk emosi tetapi kurang umum dengan kata “choke.”
- Suppress:: Formal, sering digunakan dalam psikologi atau konteks serius.
“Choke sth back” secara khusus menunjukkan usaha keras untuk menahan emosi agar tidak terlihat, sering kali dengan kesulitan fisik.
Kolokasi Umum
- choke back tears (menahan air mata)
- choke back laughter (menahan tawa)
- choke back anger (menahan amarah)
- choke back emotions (menahan emosi)
- choke back a sob (menahan isak tangis)
Kata Kerja Frasa Terkait
Berikut adalah kata kerja frasa terkait dari choke sth back:
Dialog Kehidupan Nyata
Anna: Did you see John at the meeting? He looked upset.
Anna: Apakah kamu melihat John di pertemuan? Dia terlihat sedih.
Ben: Yeah, I think he was trying to choke back his anger after the criticism.
Ben: Ya, saya rasa dia berusaha menahan amarahnya setelah mendapat kritik.
Anna: It’s tough to stay calm in those situations.
Anna: Sulit untuk tetap tenang dalam situasi seperti itu.
Ben: Definitely. Sometimes you have to choke back your feelings to stay professional.
Ben: Tentu saja. Kadang-kadang kamu harus menahan perasaanmu agar tetap profesional.
Latihan
Fill in the blanks with the correct form of “choke sth back”:
- She tried to ____________ her tears during the sad movie.
- He ____________ his laughter when the teacher made a funny mistake.
- It’s hard to ____________ anger when someone is rude to you.
- They ____________ their disappointment after losing the match.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
- Q: Bisakah “choke back” digunakan tanpa objek?
A: Tidak, biasanya membutuhkan objek seperti air mata atau kemarahan agar maknanya jelas.
- Q: Apakah “choke back” bersifat formal atau informal?
A: Istilah ini netral dan digunakan dalam konteks formal maupun informal.
- Q: Bisakah saya mengatakan “choke back my breath”?
A: Ya, itu berarti menahan napas Anda, seringkali karena terkejut atau kaget.
- Q: Apakah “choke back” sama dengan “hold back”?
A: Mereka mirip, tapi “choke back” sering kali mengandung makna usaha atau kesulitan yang lebih besar.
- Q: Bisakah saya menggunakan “choke back” dengan emosi positif?
A: Biasanya digunakan dengan emosi negatif atau intens, bukan yang positif.

