Apa arti dari “Stick sth back”?
“Stick sth back” berarti menempatkan sesuatu yang telah dilepas atau diambil kembali ke tempat asalnya, biasanya dengan menempelkannya lagi menggunakan lem, selotip, atau perekat lainnya.
Pendahuluan
Frasa kerja “stick sth back” sering digunakan dalam bahasa Inggris sehari-hari ketika membicarakan tentang memperbaiki sesuatu dengan menempelkannya kembali ke tempat semula. Ungkapan “stick sth back meaning” merujuk pada tindakan memasang kembali suatu benda yang terlepas. Frasa ini sering dipakai saat sesuatu rusak atau terjatuh, dan Anda ingin mengembalikannya ke posisi asal. Memahami cara menggunakan “stick sth back” akan membantu Anda menggambarkan tindakan perbaikan sederhana dan situasi sehari-hari dengan lebih alami.
Kotak Info Cepat
- Frasa kerja: stick sth back (menempelkan sesuatu kembali)
- Tipe: Transitif
- Tingkat: A2–B1
- Arti singkat: Mengembalikan sesuatu ke tempatnya dengan menempelkannya kembali.
Struktur (Aturan Tata Bahasa)
“Stick sth back” adalah phrasal verb yang dapat dipisah. Ini berarti Anda dapat menempatkan objek (sesuatu) di antara kata “stick” dan “back” atau setelah kata “back.”
-
stick + object + back
Example: She stuck the picture back on the wall. stick back + object
Example: She stuck back the picture on the wall.
Kedua bentuk tersebut benar, tetapi bentuk pertama lebih umum digunakan.
Bagaimana cara menggunakan “Stick sth back”?
Gunakan “stick sth back” ketika Anda ingin menggambarkan meletakkan suatu benda kembali ke tempatnya dengan menempelkannya lagi. Frasa kerja ini sering digunakan untuk benda-benda yang bisa dilem, ditempel dengan selotip, atau diperbaiki dengan cara lain. Istilah ini umum dipakai dalam percakapan santai, terutama saat membicarakan barang yang rusak atau longgar.
Ingat, “sth” berarti “sesuatu,” jadi selalu gunakan kata benda atau kata ganti yang spesifik menggantikan “sth.”
Contoh-contoh
Bayangkan kamu tidak sengaja merobek halaman dari sebuah buku lalu menempelkannya kembali. Kamu bisa mengatakan: “Stick sth back.”
- I stuck the page back in the book after it tore. (Saya menempelkan halaman itu kembali ke dalam buku setelah robek.)
- He stuck the label back on the bottle because it fell off. (Dia menempelkan kembali label itu ke botol karena labelnya terlepas.)
- She carefully stuck the broken vase back together. (Dia dengan hati-hati merekatkan kembali vas yang pecah itu.)
- They stuck the sticker back on the laptop after it peeled off. (Mereka menempelkan kembali stiker itu pada laptop setelah stiker tersebut terlepas.)
- Can you stick this back on the wall? It fell down. (Bisakah kamu menempelkannya kembali ke dinding? Itu jatuh.)
Contoh-contoh ini menunjukkan cara menggunakan “stick sth back in a sentence” secara alami.
Kesalahan Umum
Orang terkadang bingung dengan urutan kata atau lupa menggunakan objek. Berikut beberapa kesalahan umum:
- Incorrect: Stick back the picture on the wall.
Correct: Stick the picture back on the wall. - Incorrect: I sticked the label back.
Correct: I stuck the label back. - Incorrect: Stick back it on the shelf.
Correct: Stick it back on the shelf.
Ingatlah bahwa bentuk lampau dari “stick” adalah “stuck,” bukan “sticked.”
Perbedaan / Sinonim
“Stick sth back” mirip dengan “put sth back” dan “fix sth.” Namun, istilah ini secara khusus melibatkan menempelkan atau merekatkan sesuatu kembali.
- Put sth back:: Lebih umum; berarti mengembalikan sesuatu ke tempatnya tetapi tidak berarti menempelkannya. Contoh: Letakkan buku itu kembali di rak.
- Fix sth:: Memperbaiki sesuatu, yang mungkin melibatkan atau tidak melibatkan penempelan. Contoh: Saya memperbaiki kursi.
- Stick sth back:: Menempelkan kembali sesuatu yang terlepas. Contoh: Tempelkan kembali poster itu di dinding.
Kolokasi Umum
Kami sering menggunakan “stick sth back” dengan benda-benda yang bisa dilem atau ditempel dengan pita perekat. Berikut beberapa kolokasi yang umum:
- Sticker – to reattach a label or decorative item (Stiker – untuk menempelkan kembali label atau barang dekoratif)
- Picture – to put a photo or image back on a surface (Gambar – menempelkan kembali foto atau gambar pada suatu permukaan)
- Page – to glue a torn or removed page back into a book (Halaman – merekatkan kembali halaman yang sobek atau terlepas ke dalam buku)
- Label – to stick back a tag or price label (Label – untuk menempelkan kembali sebuah label atau label harga)
- Poster – to stick back a poster on a wall (Poster – menempelkan kembali poster di dinding)
Kata Kerja Frasa Terkait
Berikut adalah kata kerja frasa terkait dari stick sth back:
Dialog Kehidupan Nyata
Berikut adalah percakapan singkat yang menggunakan istilah “stick sth back”:
Anna: Oh no! The sticker fell off my laptop.
Anna: Aduh! Stiker itu terlepas dari laptopku.
Ben: Don’t worry. I have some glue. I’ll stick it back for you.
Ben: Jangan khawatir. Aku punya lem. Aku akan menempelkannya kembali untukmu.
Anna: Thanks! Please be careful so it looks neat.
Anna: Terima kasih! Tolong hati-hati agar hasilnya rapi.
Latihan
Try filling in the blanks with the correct form of “stick sth back”:
- She ______ the torn page ______ in the book carefully.
- Can you ______ this label ______ on the bottle?
- He ______ the broken toy ______ before he gave it to his sister.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
- Apa arti “stick sth back”? Itu berarti menempatkan sesuatu kembali ke tempatnya dengan menempelkannya lagi.
- Apakah “stick sth back” dapat dipisah? Ya, Anda bisa meletakkan objek di antara “stick” dan “back” atau setelah “back.”
- Apa bentuk lampau dari “stick”? Bentuk lampunya adalah “stuck.”
- Apakah “stick sth back” bisa digunakan untuk benda apa saja? Biasanya digunakan untuk benda yang bisa direkatkan kembali dengan lem atau selotip.
- Apa perbedaan antara “stick sth back” dan “put sth back”? “Stick sth back” berarti menempelkan sesuatu kembali, sedangkan “put sth back” hanya berarti mengembalikan sesuatu ke tempatnya.

