Apa arti dari โLive with sthโ?
โLive with sthโ berarti menerima atau mentolerir sesuatu yang tidak menyenangkan atau sulit tanpa berusaha mengubahnya.
Pendahuluan
Frasa โlive with sthโ adalah phrasal verb bahasa Inggris yang umum digunakan untuk mengungkapkan ide menerima suatu situasi atau kondisi yang mungkin tidak ideal tetapi harus dijalani. Baik itu merujuk pada tantangan pribadi, kebiasaan yang mengganggu, atau masalah yang tak terhindarkan, โlive with somethingโ berarti hidup berdampingan dengan hal tersebut secara tenang. Memahami arti live with sth membantu pembelajar menggunakan frasa ini dengan benar dalam percakapan tentang toleransi dan penerimaan. Frasa ini sering muncul dalam percakapan sehari-hari dan tulisan, sehingga menjadi frasa penting untuk dikuasai agar komunikasi terasa alami.
Kotak Info Cepat
- Frasa kerja: live with sth (hidup dengan sesuatu)
- Tipe: Transitif
- Tingkat: B1 (Menengah)
- Arti singkat: menerima atau mentolerir sesuatu yang tidak menyenangkan
Struktur (Aturan Tata Bahasa)
โLive with sthโ adalah phrasal verb yang tidak dapat dipisahkan, yang berarti Anda tidak dapat memisahkan kata kerja dan preposisi dengan objek. Objek (sesuatu) selalu datang setelah โlive with.โ
- Correct: live with the problem (Terima dengan masalah itu)
- Incorrect: live the problem with (Salah: live the problem with)
Pola:
-
Subject + live with + object (something unpleasant)
- Example: She has to live with the noise every day. (Dia harus hidup berdampingan dengan kebisingan itu setiap hari.)
Bagaimana Cara Menggunakan โLive with sthโ?
Gunakan โlive with sthโ ketika Anda ingin membicarakan tentang menerima atau menanggung situasi yang sulit atau menjengkelkan. Frasa ini sering kali mengandung makna bahwa orang tersebut tidak bisa mengubah situasi tersebut tetapi harus terus menjalani meskipun demikian. Ungkapan ini cocok digunakan dalam konteks formal maupun informal.
Misalnya, Anda mungkin berkata, โKita harus live with the delays sampai perbaikannya selesai,โ yang berarti Anda menerima keterlambatan tersebut meskipun itu merepotkan.
Contoh-contoh
Berikut beberapa kalimat alami yang menggunakan โlive with sth in a sentenceโ:
- I donโt like the broken elevator, but I can live with it for now. (Saya tidak suka lift yang rusak, tapi saya bisa menerima kondisinya untuk saat ini.)
- They had to live with the consequences of their decision. (Mereka harus menerima konsekuensi dari keputusan mereka.)
- She learned to live with her fear of public speaking. (Dia belajar untuk menerima ketakutannya berbicara di depan umum.)
- We can live with a little noise if it means the apartment is cheaper. (Kami bisa menerima sedikit kebisingan jika itu berarti apartemennya lebih murah.)
- He has lived with chronic pain for years. (Dia telah menjalani hidup dengan rasa sakit kronis selama bertahun-tahun.)
Kesalahan Umum
Kadang-kadang pelajar bingung dengan frasa โlive with sthโ yang mirip atau menggunakan urutan kata yang salah. Berikut beberapa contohnya:
- Incorrect: I live the noise with.
- Correct: I live with the noise.
- Incorrect: She lives with it the problem.
- Correct: She lives with the problem.
Ingat, โlive withโ harus selalu langsung diikuti oleh objeknya.
Perbedaan / Sinonim
Frasa lain seperti โput up withโ dan โdeal withโ mirip tetapi memiliki perbedaan halus:
- Live with sth:: Menerima dan mentolerir situasi yang sedang berlangsung.
- Put up with sth:: Toleransi terhadap sesuatu yang mengganggu, seringkali dengan enggan.
- Deal with sth:: Ambil tindakan untuk mengelola atau menyelesaikan masalah.
Misalnya, โlive with painโ berarti menerimanya, sementara โdeal with painโ berarti berusaha mengelola atau menguranginya.
Kolokasi Umum
Beberapa objek yang sering digunakan dengan โlive withโ antara lain:
- Live with pain: tolerate physical discomfort (Hidup dengan rasa sakit: mentolerir ketidaknyamanan fisik)
- Live with fear: accept feelings of fear (Hidup dengan ketakutan: terima perasaan takut)
- Live with consequences: accept the results of actions (Hidup dengan konsekuensi: terima hasil dari tindakan)
- Live with problems: tolerate difficulties (Hidup dengan masalah: mentolerir kesulitan)
- Live with noise: accept loud or disturbing sounds (Live with noise: menerima suara keras atau mengganggu)
Kata Kerja Frasa Terkait
Berikut adalah kata kerja frasa terkait dari live with sth:
Dialog Kehidupan Nyata
Berikut adalah percakapan singkat yang menggunakan โlive with sthโ:
Anna: The new neighbors are really loud at night.
Anna: Tetangga baru benar-benar berisik di malam hari.
Ben: Yeah, itโs annoying, but I guess weโll have to live with it until they move out.
Ben: Ya, memang menyebalkan, tapi sepertinya kita harus menerima keadaan ini sampai mereka pindah.
Anna: I hope it doesnโt last too long. Itโs hard to sleep.
Anna: Aku harap ini tidak berlangsung terlalu lama. Sulit untuk tidur.
Latihan
Fill in the blanks with the correct form of โlive withโ:
- Even though the traffic is bad, I can ________ it.
- She has to ________ the noise from the construction site.
- We will have to ________ the delay until the next update.
- He learned to ________ his mistakes and move on.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
- Q: Apakah โlive withโ bisa digunakan untuk situasi yang positif? A: Biasanya, โlive withโ merujuk pada situasi yang tidak menyenangkan atau sulit, bukan yang positif.
- Q: Apakah โlive withโ dapat dipisahkan? A: Tidak, โlive withโ tidak dapat dipisahkan; objek harus selalu mengikuti frasa tersebut.
- Q: Bisakah saya mengatakan โlive with someoneโ? A: Ya, tapi itu berarti berbagi rumah dengan seseorang, berbeda dengan mentolerir sesuatu.
- Q: Apa perbedaan antara โlive withโ dan โput up withโ? A: โPut up withโ sering kali mengandung makna toleransi yang enggan, sedangkan โlive withโ menunjukkan penerimaan.
- Q: Apakah โlive withโ bersifat formal atau informal? A: Itu bisa digunakan dalam konteks formal maupun informal.

